Assalamu'alaikum wr wb. Selamat datang di situs ini. Situs ini bertujuan membongkar modus operandi, taktik dan strategi dari gerakan kristernisasi yg ditujukan pada dunia Islam agar umat Islam tahu dan selalu waspada pada setiap modus operandi gerakan kristenisasi. Jika anda punya informasi, opini, tulisan. kritik dan saran / solusi kirim ke kolom : SUARA ANDA anda dg url : http://antikristenisasi.multiply.com/journal/item/18/SUARA_ANDA . Terima kasih atas kunjungan dan partisipasi anda.Wassalam. =========================================================================================== Rencana Kristenisasi di Indonesia Jakata, 21 Mei 1998 Nomor : 013/SGT - CSIS/V/98 Lamp. : 1 ( satu ) berkas Sifat : SANGAT RAHASIA Perihal : Rencana Kristenisasi di Indonesia Kepada Yth : 1. Para pendeta PGI. 2. Para Pimpinan Wali Gereja. 3. Para Penginjil. 4. Ketua Umum G.M.K.I. 5. Ketua Umum P.M.K.R.I. 6. Para Ketua DEMA UKI. 7. Para Ketua DEMA Atma Jaya. 8. Para Ketua DEMA Sekolah Teologia Kristen Indonesia. 9. Para Jemaat PGI dan Wali Gereja yang terkasih. 10. Pimpinan Redaksi KOMPAS. 11. Pimpinan Redaksi SUARA PEMBAHARUAN. 12. Media Elektronika Radio / TV Swasta Afiliasi Kristen. di Seluruh Indonesia * Salam sejahtera dalam Kasih Tuhan, Jesus Kristus. Sebagai pernyataan rasa solidaritas Oikumene dan konsistensi serta eksistensi kita sebagai Ummat Kristiani di Indonesia, yang bergabung dalam wadah yang bernama " C.S.I.S. " dan " SINAR GARUDA TIMUR ", maka kami pemimpin kedua wadah tersebut bergandengan tangan dalam Oikumene menyerukan kepada segenap Ummat Kristiani di seluruh penjuru Indonesia dalam menghadapi tantangan berat dalam masa Reformasi dari "Orang-orang Islam" yang nota bene menggangap kita minoritas. * Setelah memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan orang-orang Islam di Indonesia baik yang menjadi Pejabat Tinggi Negara maupun pengusaha dan para ulamanya secara terus menerus ingin menghentikan perkembangan Kristen di Indonesia, apalagi mereka orang-orang Islam sudah mendominasi politik Golkar dan sudah mengendalikan Soeharto sehingga kegiatan mereka makin menjadi-jadi. Soeharto dan antek-anteknya sudah memilih pejabat-pejabat Islam lebih banyak daripada Kristen. Lebih-lebih dengan munculnya tokoh radikal Islam seperti Zainuddin MZ, Amin Rais, Nurcholis Madjid yang tergabung dalam ICMI. Hal tersebut rasanya menyulitkan kita untuk berkembang sebagaimana rencana kita 25 tahun silam. Namun demikian, nuansa baru telah tiba dengan adanya tuntutan REFORMASI dari para mahasiswa yang nota bene sangat menguntungkan kita dalam memperjuangkan kembali misi mulia kita yang sempat terhenti oleh antek-anteknya Soeharto. Dalam era ini, kita harus manfaatkan dengan sebaik-baiknya tiap momentum sehingga reformasi tetap disuarakan oleh mahasiswa sampai tumbangnya Habibie dengan ICMI-nya. Saudara-saudara para gembala yang tergabung dalam Forum Reformasi Mahasiswa Kristen Indonesia (FRMKI), kita harus tetap berjuang dengan memboncengi unjuk rasa mahasiswa untuk agar tujuan kitra tercapai, "Kristen Jaya di Republik Indonesia" seperti periode awal era Soeharto. Sehubungan dengan momentum reformasi yang mulus ini, maka kami telah berkunjung ke Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk tentang misi kita dalam menjadikan agama Kristen sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia dan kalau perlu menghalangi dengan cara apapun untuk memecah belah antara Islam sehingga perkembangan Islam di Indonesia terhenti dan menjadikan mereka golongan minoritas seperti di Filipina, Bosnia, Kosovo, dll. Dari hasil wawancara kami dengan pemuka agama Kristen Amerika yang duduk di Kongres Amerika dan pengusaha-pengusaha Kristen Amerika, mereka siap membantu kita dengan DANA dan TENAGA untuk menekan pemerintah Habibie sehingga rakyat makin menderita dan terus mengadakan reformasi, kalau perlu kita tiupkan nuansa REVOLUSI, yang nantinya akan dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh kita yang pernah menjabat dalam pemerintahan Soeharto, seperti Jendral Benny Moerdani, Mayjen TB Silalahi, Pak Soemarlin, Pak Radius, Pak Moey. Pak Sudrajat, Pak Frans Seda, Pak SAE Nababan, Pak Romo Sandyawan, Pak Mochtar Pakpahan, Pak YB Mangunwijaya, dan tokoh muda kita sdr. Budiman Sudjatmiko, dan sdr. Pius. Misi mulia kita tetap satu. Kristenisasi Indonesia dalam waktu 25 tahun dengan cara apapun. CIA dalam hal ini turut ini membantu kita, seperti bantuan mereka pada negara-negara lain untuk mengucilkan negara-negara Islam di seluruh Indonesia dan memecah belah persatuan dan kesatuan Islam. * Program Kristenisasi secara umum diadakan di seluruh dunia di negara-negara Islam dan negara-negara mayoritas Islam, untuk mewujudkan misi mulia sang gembala dalam mendamaikan dunia dalam Kasih Tuhan Jesus Kristus Juru Selamat. Bila Kristen telah menjadi agama mayoritas di seluruh dunia, dunia akan aman dan damai,. Untuk itu, kita harus bersatu dalam OIKUMENE NASIONAL. Dalam mengkristenkan orang-orang Islam di Indonesia. Terutama generasi muda (siswa dan mahasiswa). Misi kita akan dipantau dan dibantu oleh Amerika dalam bentuk dana dan tenaga (CIA). Harus di upayakan agar misi kita tidak akan terbaca oleh mereka. Seakan-akan tuntutan reformasi murni dari orang-orang (mahasiswa dan pemuda) Islam. Insiden 12 Novemer 1991 di Dili dan peristiwa berdarah di Masjid Tanjung Priok merupakan bukti nyata kekuatan kita. Saudara seiman kita " Xanana Goesmau " harus segera dibebaskan agar dapat melanjutkan misinya dalam mengucilkan orang Islam di Dili. Jadi misi kita saat ini bermotifkan " Reformasi Mahasiswa " yang kita tumpangi secara tersamar dan ambil manfaat sebaik-baiknya agar tokoh-tokoh Islam tidak lagi mendapat simpati di hati rakyat Indonesia. Kita tonjolkan kedermawanan tokoh-tokoh Kristen untuk mendapatkan simpati rakyat. " Daftar Hitam " yang harus diperhatikan amtara lain: Prof. Habibie dengan ICMI-nya, Amin Rais dengan Muhammadiyah-nya, Gus Dur dengan NU-nya, Nurcholis Madjid dengan Islam radikalnya, Emha Ainun Nadjib dengan Budaya Islamnya, Faisal Tanjung, Wiranto, Syarwan Hamid, Yunus Josfiah, dan rekan-rekannya. Tugas Utama kita yaitu mendukung Jendral Tri Sutrisno sebagai Presiden Priode mendatang, karena Pak Tri mudah dipengaruhi dan mudah dikendalikan. Juga orang-orang seperti Moerdiyono, Rudini, Emil Salim, Ali Sadikin, Sarwono, dan rekan-rekannya yang ambisi kekuasaan kita pegang mereka dan selanjutnya lakukan politik memecah belah mereka. Untuk itu tugas kita yang utama ialah menciptakan perselisihan dan pertengkaran antara orang-orang Islam fanatik dan Islam abangan sehingga terjadi perang saudara antara mereka, dengan memberikan sandang-pangan cuma-cuma, besiswa, anak asuh, pekerjaan yang dikelola oleh pengusaha Kristen Pribumi dan keturunan, seperti Sofyan Wanandi, dan Pak Yusuf Wanandi, Pak Salim Sudono, Pak Ciputra, Pak Usman Wibisono, Pak Eka Cipta, yang membantu misi mulia ini. * Saudara-saudara seiman dalam kasih Tuhan Jesus Kristus, saudara-saudara harus ingat bahwa tugas kita ummat Kristiani adalah tugas mulia, dan harus dilaksanakan oleh setiap ummat Kristiani sejati sebagai wujud nyata kecintaan kita kepada sang Penebus kita, Yesus Kristus, pemberi terang dan tenteram bagi seluruh dunia. Kasih Jesus Kristus Juru selamat kita pasti diberikan kepada kita yang berada di garis terdepan dalam melanjutkan perjuangan Sang Gembala selama hayat kita. Sarana informasi sangat dominan dalam mempercepat upaya kita untuk mewujudlkan peselisihan diantara orang Islam dan menimbulkan kekacauan di masyarakat, sehingga bantuan MF tidak dapat digunakan. Kita manfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, membonceng reformasi yang lebih keras dan lebih revolusioner sampai pemerintahan Habibie jatuh. Dalam hal ini, media cetak dan elektronika seperti Kompas, Suara Pembaharuan, dan media cetak Kristen lainnya sangat membantu, demikian juga TV swasta yang berafiliasi kepada kita. Lemparkan isue-isue yang sifatnya menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada Habibie cs. * Rencana selanjutnya yaitu media cetak dan elektronika harus dikuasai oramg-orang kita sehingga dengan leluasa dapat memutarbalikan fakta di masyarakat. Tujuan utama kita menjatuhkan pemerintah Habibie dan ICMI selama-lamanya dari bumi Indonesia. Untuk itu kaum intelektual, pengusaha, dan kaum muda kita, utamanya mahasiswa yang pegang peranan aktif dalam hal ini, teruslah berjuang dan kalau perlu pakai jilbab dan pakai kopiah, berikan salam untuk mengibuli mereka. Budayawan Kristen seperti Pak Chris Pattikawa dan teman-temannya, Ibu Ratna Sarumpaet dengan kawan-kawannya mengikut sertakan artis Islam dalam segala kegiatan untuk melunturkan fanatisme mereka terhadap Islam. Kawini orang Islam dengan tujuan merobah mereka menjadi kristen taat, contohnya Rina Hasyim. Ini tugas mulia kita . Kita harus kuasai pemerintah pusat maupun daerah dan ABRI, jabatan-jabatan penting harus dikendalikan oleh tokoh-tokoh Kristen agar memberikan fasilitas dan segala kemudahan bagi orang Kristen untuk bekerja, sekolah, masuk ABRI, masuk universitas, kenaikan pangkat dan lain sebagainya sehingga suatu saat kita yang dominan di dalam pemerintah di pusat daerah ABRI contoh nyata yaitu Timor Timur, NTT/Kupang, Sulawesi Utara/Menado, dan Maluku/Ambon sudah dikuasi sehingga orang-orang Kristen dapat berkembang leluasa mendominasi orang Islam. Yang masih harus kita bantu yaitu Sulawesi Selatan, disana orang Kristen (Tanah Toraja) sangat berani dan taat. Agar segera berkembang dan mendominasi orang Islam. Sementara itu, Jakarta, Surabaya, Yogya, Semarang, dan Medan harus segera dikuasai. Proses nepotisme kita utamakan bagi orang-orang kita, bukan bagi orang Islam. Kita tiupkan nepotisme dan toleransi agama kepada pejabat Islam, sehingga tidak dipercayai dan diganti orang kita, Islam abangan, atau golongan nasionalis. Adalah mulia bila saudara-saudara kedepankan misi suci Kristus Penebus Dosa daripada kepentingan pribadi. * Angkatan Bersenjata mutlak harus dikuasi karena ABRI merupakan tulang punggung negara. Momentum ini sangat baik bagi kita untuk memecah belah kalangan ABRI sehingga ABRI yang fanatik Kristen dapat mendominasi Angkatan Bersenjata. * Kita upayakan KB di kalangan orang Islam dengan berbagai cara, terutama informasi KB kepada ulama, kyai, santri, tokoh Islam, sehingga masyarakat Islam ber-KB. Kita sebagai orang Kristen dilarang untuk ber-KB karena itu menyalahi tugas mulia ya ng diemban oleh Yesus Kristus, Sang Penebus. Untuk menjalankan kebijaksanaan ini, maka sebagian besar dokter bidan, perawat, dan pegawai BKKBN haruslah orang-orang Kristen agar memudahkan KB mantap bagi pasangan-pasangan Islam. Selain Itu ummat kristiani harus mendirikan lebih banyak lagi Rumah Sakit di seluruh Indonesia untuk mencapai sasaran kita. * Kita haus membantu perekonomian rakyat kecil dalam hal memberikan lahan kerja memberikan makanan cuma-cuma mengangkat anak asuh agar orang Islam abangan dapat mengikuti ajaran Kristus, membuat tempat ibadah di masyarakat Islam, menghidupkan judi, tempat pelacuran, bar-bar, memasok pil ektasi, bir, putaw, dll. agar digunakan oleh generasi muda Islam sehingga lambat laun akan mengganggu moral mereka dan menghilangkan fanatisme mereka terhadap Islam. * Posisi agama Kristen di bidang pendidikan sangat menetukan generasi mendatang Sarana pendidikan harus dikuasai oleh kita. Perbanyak SD, SMP SMU Universitas Kristen di seluruh Indonesia, dengan memasukkan ajaran Kristen penuh dalam Kurikulum pendidikan di sekolah penting dalam jajaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan harus dijabat oleh orang Kristen fanatik dan memberikan fasilitas kepada siswa dan mahasiswa Kristen karena mereka adalah asset utama Agama Kristen di masa mendatang. * Demikianlah secara singkat rencana Kristenisasi kita yang pernah tertunda di zaman rezim Soeharto, dan pada era baru ini, kita harus cepat dan tanggap dalam membaca situasi dan tetap berusaha mendeskriditkan Pemerintahan Habiibie dan tetap menuntut SI MPR dilaksanakan agar Pak Tri dapat menduduki jabatan Presiden RI demi kemajuan Kristen di Indonesia. Pemimpin-peminpin dari media cetak kita telah siap memberikan informasi dan tanggapan yang mendeskreditkan Habibie agar rakyat tidak mempercayainya lagi,. Untuk itu saudara-saudara harus turut membantu terutama kalangan intelektual budayawan, artis, tokoh muda , mahasiswa, siswa, dan semua gembala-gembala Yesus Kristus harus bersatu padu dalam OIKUMENE untuk mencapai cita-cita mulia kita. Mahasiswa harus tetap menjalankan unjuk rasa dan mengacaukan masyarakat. Daam hal ini pak Frans Seda, Pak Benny, Pak Romo Sadyawan, Pak Yacob Utama, Pak YB Mangunwijaya, Pak Mochtar Pakpahan, Ibu Ratna Sarumpaet, Pak Saban Sirait, Pak SAE Nababan, Sdr. Budiman Sudjatmiko, dan Sdr. Pius, serta reformis-reformis Kristen lainnya. Sebagai pelopor utama reformasi akan mengacaukan dan mengambil alih kekuasaan orang-orang Islam dalam pemerintahan. Saudara-Saudara harus ingat pesan kami : JANGAN PERCAYA setiap orang sebelum yakin bahwa dia adalah KRISTEN sejati pengemban misi Yesus Kristus Sang Penebus Dosa. Upayakanlah agar informasi ini tidak sampai ke tangan yang TIDAK BERTANGGUNG JAWAB yang pada akhirnya akan mengacaukan misi mulia kita. Kami percaya bahwa " Yesus Kristus " selalu bersama kita dalam menegakkan keadilan dan kedamaian di dunia sesuai ajarannya Vini.......Vidi........Vici................................. Salam Oikumene ! a.n. Dewan Pengurus SGT & CSIS ttd, Jend. Benny Moerdani, Drs. rans Drs. Sabam Sirait, Pdt. SAE Nababan, YB Mangunwijaya, Mayjend. TB Silalahi, Ratna Sarumpaet, Mochtar Pakpahan, Budiman Sudjatmiko. -------------------- Catatan : Surat ini benar dan aktual! Berasal dari seorang teman di Menado (Sulawesi Utara), lalu dikirim ke UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta), lalu disebarkan lagi kebeberapa kampus. Lembaran yang ditangan anda ini adalah salinan dari Sdr. M. Sohir (Mahasiswa Institut Agama Islam Al Ghurabaa' Rawamangun Jakarata Timur ). Disalin sesuai Aslinya. Lembaran ini agar diperbanyak dan dibagikan kepada MAHASISWA ISLAM ! Jika Saudara masih meragukan kebenaran surat ini, silahkan hubungi: 1. Abba Taher Lamatapo ( Universitas Muhammadiyah Jakarta ) Telp.7470.9328 2. Mohammad Sohir (Fak. Tarbiyah Institut Agama Islam Al Ghurabaa') telp= 489.0055 Setelah membaca surat ini, marilah kita tingkatkan kewaspadaan kita terhadap makar para musuh-musuh Allah mari kita galang persatuan dan kesatuan DALAM ISLAM Ingat tanpa ISLAM cita-cita reformasi mustahil tercapai. TTD ( Mohammad Sohir ) mahmud mustain Research Student Dept. of Geology University of Leicester Tel. 0116 252 5282 (Geophysic Lab.) Fax. 0116 252 3918 (Department) http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=449_0_24_0_M PROGRAM JANGKA PANJANG KRISTENISASI DI INDONESIA Jul 4, '08 8:12 AM for everyone WORLD MISTERY http://siezhien.wen.ru kristenisasi INI RENCANA MEREKA, APA JAWAB KITA? PROGRAM JANGKA PANJANG KRISTENISASI DI INDONESIA KEPUTUSAN DEWAN GEREJA INDONESIA DI JAKARTA Program Kristenisasi diatur hampir diseluruh dunia terutama dinegara-negara muslim. Dunia ini akan damai apabila seluruh dunia berhasil dikristenkan. Inilah yang menjadi tujuan kita umat Kristen. Untuk tujuan tersebut kita umat Kristen Indonesia harus bersatu. Usaha mengkristenkan orang Islam di Indonesia didukung oleh negara-negara yang kuat seperti Amerika, Inggeris dan lain-lain. Kita umat Kristen akan dengan mudah mendapatkan dana, setiap saat dari Amerika. Program Kristenisasi ini adalah tugas kita yang suci dan kita harus berhasil dalam melaksanakannya. Dan lagi yang penting bagi umat Kristen adalah kita bersatu dahulu. Kita umat Kristen di Indonesia selalu dicintai, diberkati dan dilindungi oleh Yesus. KONSEP-KONSEP, TUJUAN DAN KEGIATAN KRISTENISASI DI INDONESIA MENGURANGI JUMLAH UMAT ISLAM DI INDONESIA Sesuai dengan data statistik umat Kristen di Indonesia berjumlah 7 juta. Rencana kita populasi umat Kristen harus sama dengan jumlah umat Islam dalam waktu 50 tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut gereja-gereja Indonesia harus memberikan instruksi kepada semua anggota umat Kristen sebagai berikut. 1. Keluarga berencana, pembatasan kelahiran atau pengurangan terencana bagi kelahiran anak harus secara ketat dilarang untuk umat Kristen dan harus dipropagandakan bahwa setiap orang Kristen yang mempraktekkan keluarga berencana akan menanggung dosa dan melawan doktrin gereja. Oleh karena itu tidak akan dicintai oleh Tuhan. Barang siapa yang melakukan pembatasan kelahiran akan dianggap sebagai pembunuh umat Kristen dan telah hilang kemuliaannya. Pembatasan kelahiran hanya dapat dilakukan apabila mendapat persetujuan gereja dengan perlindungan kesehatan bagi orang Kristen tersebut yang dalam bahaya kematian. 2. Propaganda pembatasan kelahiran dan keluarga berencana bagi orang Islam harus sangat intensif dilakukan dan didorong dengan berbagai cara. Diwilayah muslim plakat berisi slogan dan nasehat untuk KB dan pembatasan kelahiran harus ditempel dimana-mana untuk mengingatkan orang Islam dan mempraktekkan hal tersebut. Tapi diwilayah Kristen propaganda ini harus secara ketat dilarang. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan ini 75% dari seluruh dokter dan perawat diseluruh rumah sakit harus orang Kristen dan mereka harus diberi kuasa mutlak untuk mengelola kontrasepsi bagi orang muslim. 3. Keinginan orang Kristen untuk mempunyai anak banyak harus dibantu dan bagi mereka yang miskin harus diberi fasilitas baik secara materil maupun moril. Kita harus memberi kesempatan kerja diseluruh Indonesia bagi orang-orang Kristen dan menolak atau membatasi secara ketat kesempatan kerja bagi orang Islam. 4. Perintahkan kepada dokter dan perawat untuk merawat secara cepat dan khusus bagi pasien Kristen. Orang Kristen yang miskin harus ditolong pertama kali. Perlakuan ini jangan dilakukan terhadap pasien umat Islam dan bagi orang Islam harus dikenakan biaya yang mahal. 5. Masyarakat Kristen harus menyediakan rumah sakit sebanyak mungkin untuk mencapai tujuan diatas. 6. Gereja secara ketat melarang penguasa tanah Kristen untuk menyewakan atau menjual bangunan-bangunan, rumah-rumah, toko-toko bagi orang Islam. Mereka yang tidak mentaati ini tidak akan mendapat berkat dari Tuhan dan diboikot oleh gereja sampai mati. Itu semua adalah tujuan umat Kristen baik penguasa tanah atau bukan, untuk mengusir keluar semua orang Islam dari tempat tinggal yang dimiliki orang Kristen. Dengan penerapan poin-poin ini ratio umat Kristen-Islam pada populasi di Indonesia akan berubah. Dengan demikian jumlah orang Islam Indonesia akan berkurang sedang jumlah umat Kristen akan bertambah. RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG EKONOMI. Kita umat Kristen harus saling membantu satu sama lain dan bersikap cukup darmawan. Kita harus memberikan lahan atau sewa bagi pengusaha Kristen yang ingin membuat bangunan. Dan orang-orang Kristen yang kaya harus membantu misi-misi kristenisasi yang dilakukan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Dana ini dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sosial dari umat Kristen di Indonesia dan untuk meyakinkan bahwa kristenisasi telah berjalan begitu jauh. MENURUT STATISTIK, LEBIH DARI 80% KESEIMBANGAN KEKUATAN INTERN TELAH BERADA PADA UMAT KRISTEN. Kita mementingkan ketaatan dari umat Kristen untuk menyangga dan melindungi keseimbangan kekuatan yang menguntungkan dimasa yang akan datang. Dalam persoalan memperkuat pertahanan, masyarakat etnis Cina adalah sasaran kita, karena relatif lebih mudah untuk mengubah orang-orang Cina. Orang-orang Cina harus dilindungi sebaik mungkin karena pengaruhnya di Indonesia menguntungkan orang-orang Kristen, Oleh karena itu kita mengingatkan orang-orang Kristen yang menjabat dikantor-kantor pemerintah untuk berhubungan baik dengan orang Cina dan orang-orang Kristen secara ketat dilarang mempunyai hubungan dengan orang Islam kecuali menguntungkan orang Kristen. RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG PENDIDIKAN Standar pendidikan gereja harus lebih diperbaiki dari sebelumnya, karena orang Islam telah memperbaiki sistem dan standar pendidikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah agama dengan meniru gereja-gereja Kristen kita. Kita harus melihat, bahwa para guru dan para instruktur dibidang akademi militer, sekolah kedokteran dan sekolah keteknikan seperti juga fungsionaris pemerintahan dikontrol 75% oleh orang Kristen. Sistem yang diterapkan dari taman kanak-kanak sampai universitas harus dibawah kontrol orang Kristen. Ujian masuk harus dibuat mudah bagi orang Kristen dan dipersulit bagi orang Islam. Jumlah bangunan sekolah harus dibatasi sehingga tidak banyak orang-orang Islam yang mendapatkannya. Semua tempat-tempat pendidikan harus diisi oleh orang Kristen sehingga murid-muridnya mayoritas Kristen. Pendaftaran harus dilakukan sampai perbandingan Kristen:Islam adalah 5:1. Orang orang Kristen harus membantu pemerintah untuk mengurangi dan membatasi pengadaan akademi-akdemi Islam dan universitas-universitas Islam untuk mengurangi dihasilkannya intelektual muslim di Indonesia. RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG POLITIK Kita orang Kristen harus bisa menjamin bahwa kebijaksanaan pemerintah selalu berorientasi ke Barat terutama orientasi ke Amerika. Anda semua harus tahu bahwa partai GOLKAR dan pemerintahan GOLKAR berorientasi ke Amerika. Karena itulah kita memberikan instruksi kepada orang-orang Kristen untuk masuk GOLKAR dan membuatnya berjaya dalam Pemilihan Umum. Semua orang Kristen harus tahu bahwa GOLKAR adalah partai orang Kristen dan partai inilah yang membuat kita umat Kristen berjaya di Indonesia RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG INFORMASI Lapangan informasi harus dikontrol paling tidak 75% oleh orang Kristen, karena informasi merupakan persenjataan yang paling tajam untuk mengontrol umat Islam. Dengan propaganda/informasi, kita dapat meremehkan atau menganggap kecil umat Islam dan menggiringnya agar menjadi tidak berarti dalam kancah nasional. Kita harus tahu bahwa surat kabar, radio, dan TV selalu menulis, menyiarkan kejadian-kejadian sedemikian rupa untuk memberi kesan buruk tentang Islam dan ummatnya serta untuk menciptakan pertikaian diantara mereka. Slogan kita adalah "Bikin orang Islam berkelahi satu sama lain dan pecah satu sama lain, kontrol dan kendalikan kehidupan mereka". Semua koran dan media cetak di Indonesia ada dipihak kita dan harus digunakan sebaik-baiknya untuk menyebarkan propaganda agar persatuan umat Islam terpecah belah. RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG PEMBANGUNAN, PERBAIKAN DAN PENGEMBANGAN. Pastikan bahwa pembangunan dan pengembangan ditempatkan didaerah-daerah yang dihuni oleh orang-orang Kristen seperti Indonesia bagian timur. Kita telah melihat bahwa pemerintahan pusat di Jakarta mempunyai kebiasaan memberi kesempatan bagi perwira-perwira ABRI yang Kristen untuk menduduki jabatan dan posisi penting didaerah-daerah sebagai gubernur, bupati dan lain-lain, dan nama mereka berubah menjadi nama Islam dan kadang-kadang bertitle "haji" untuk mengelabui umat Islam setempat agar kehadirannya bisa diterima. RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG HUKUM DAN UNDANG-UNDANG. Umat Kristen tentu saja diperkenankan untuk bertingkah melawan hukum dengan dalih mendukung kepentingan negara. Semua orang Kristen sekarang mengisi/menduduki mayoritas hakim, jaksa dan sidang perorangan di Indonesia. Dengan ini dianjurkan agar memutuskan orang Kristen benar dan orang Islam selalu dipersalahkan. Kalau perlu dihukum yang lebih berat, walaupun orang Kristen sebagai tertuduh. KEPUTUSAN MASALAH INTERNAL DALAM PEMERINTAHAN Permintaan-permintaan kita harus dibuat sebaik mungkin didalam pemerintahan itu sendiri: 1. Pemerintah harus bersedia mengakui status bishop sebagai petugas protokol negara dan bishop harus mempunyai hak untuk didengar oleh penguasa. 2. Semua menteri yang penting harus diangkat berdasarkan mandat dari orang-orang Kristen. 3. Abri harus selalu dimanuver untuk selalu bermusuhan dengan Islam dan kita mendapat keuntungan dari keadaan yang demikian. 4. Pemuda Kristen sebanyak mungkin harus masuk ke profesi militer. 5. 75% kepala dari departemen-departemen yang ada dipemerintahan harus disusun oleh pejabat ex militer yang beragama Kristen. 6. 75% Kepala seluruh agen-agen sipil dan pemerintahan propinsi harus orang Kristen. 7. Sebagai orang yang menentukan prinsip tertinggi, semua orang Kristen dipemerintahan baik menteri, gubernur atau yang umum atau prajurit rendahan, harus menurut perintah bishop. 8. Umat Kristen harus punya radio transmitter nasional sebagai miliknya untuk propaganda yang ampuh. 9. Di daerah-daerah dimana muslim merupakan mayoritas harus ada orang Kristen yang diangkat secara konstan untuk mengevaluasi kelemahan-kelemahan orang Islam. Note: *) Disadur dari majalah Crescent International, terbitan Toronto, Canada edisi 16-30 November 1988 hal 8. Mediah Dakwah Juni 90 juga memuat naskah asli majalah Crescent International. Sesudah Dokumen Rahasia ini dipublikasikan dalam Media Dakwah No.192,Zulqa'idah 1410/Juni 1990, Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja Indonesia, Pdt.Dr.J.M. Pattiasina, mengirimkan surat bantahan. Dalam surat bantahan yg dimuat dalam Media Dakwah No.193, Zulhijjah 1410/Juli 1990 itu, Pattiasina antara lain menyatakan bahwa, "tulisan tersebut baik secara tersurat maupun tersirat sama sekali tidak mengandung kebenaran." Menjawab bantahan Pattiasina, Media Dakwah menulis sbb : "Naskah yg anda maksudkan, memang kami sadur sepenuhnya dari majalah Crescent International, Toronto, Canada, edisi 16-30 November 1988, halaman 8, tanpa dikurangi apalagi dilebih-lebihkan. Bahwa kami tidak mengecek kepada anda, karena tulisan ini sudah lama sekali beredar di luar negeri, dalam bahasa Inggris dicetak di Canada, disebarluaskan dari London, dan beredar secara internasional termasuk di Asia, Malaysia, sampai Indonesia, tanpa bantahan dari PGI. Adapun tentang kebenaran isi informasi tersebut, tentu kami serahkan sepenuhnya kepada para pembaca utk membandingkannya dg kenyataan yg ada dalam masyarakat. http://siezhien.wen.ru/mistery/kristenisasi.html http://antikristenisasi.multiply.com/journal/item/13/PROGRAM_JANGKA_PANJANG_KRISTENISASI_DI_INDONESIA Kristenisasi Di Dunia Islam Hasil Konspirasi Misionaris Dan Imperialis Oleh : Fakta 09 Aug, 04 - 12:43 am Oleh: M. Ramdhan Adhi imageBelum lagi kontroversi rencana pembangunan Gedung Menara Doa Jakarta tuntas, kaum Muslim di negeri ini kembali dikejutkan dengan laporan Republika (23/6/2004) tentang kehebohan yang melanda SLTP 1 Pakan Kamis, Sumatera Barat. Kehebohan itu dipicu oleh adanya al-Qur’an ber-‘Yesus’. Pada pelapis dalam cover tebal terdapat kertas bertuliskan huruf-huruf latin berbunyi ‘Yesus Kristus’; juga ada tulisan ‘Bunda Mariah’, ‘domba gembala’, ‘gereja’, dan bait-bait lagu gereja. Kabar dari Ranah Minang itu kembali membuka mata kita, bahwa kristenisasi di Indonesia kian agresif dan berani. Motif Kristenisasi Kristenisasi memiliki setidaknya dua motif. Pertama, motif agama. Dalam Kitab Perjanjian Baru, Markus: 28: 18-19, disebutkan: Kepadaku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Ayat ini menjadi acuan bagi kaum Kristiani mengenai keharusan menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. Yang menjadi sasaran dalam motif ini ialah setiap penduduk bumi yang non-Kristen. Artinya, motif ini menghendaki agar seluruh warga bumi dikristenkan. Kedua, motif ideologis. Dalam hal ini, kristenisasi menjadikan Islam dan umatnya sebagai sasaran utama. Menurut Kardinal Lavie Garry, “Tanpa diragukan lagi, agama yang paling kuat dan tidak bisa ditaklukkan adalah agama Islam. Oleh karena itu, para misionaris berharap agar seluruh kaum Muslim menjadi Kristen.” Kekalahan dalam Perang Salib membuat Kristen menaruh dendam kesumat terhadap Islam. Perang Salib juga menjadi inspirasi bagi lahirnya ‘Perang Salib Baru’. Lutfi Liqunian, seorang penulis Kristen, menulis, “Dengan Perang Salib Baru ini, Eropa ingin mencapai tujuannya tanpa pertumpahan darah. Dalam usahanya ini, Eropa memanfatkan gereja, sekolah-sekolah, dan rumah sakit, serta menyebarkan misionaris mereka.” Raymond Lull adalah orang Kristen pertama yang mengumandangkan kristenisasi menyusul kekalahan Kristen pada Perang Salib. Menurutnya, cara untuk menaklukkan Dunia Islam bukanlah dengan kekuatan senjata atau kekerasan, melainkan dengan kata, logika, dan kasih. Norman Daniel, dalam Islam and the West: The Making of an Image, menuturkan, penentangan politik dunia Kristen terhadap Dunia Islam berubah menjadi satu pemikiran yang menguasai Barat. Ide ini terus tertanam dalam pikiran Barat meskipun ideologi persatuan Eropa telah hancur dan agama Kristen telah terpecah menjadi Katolik dan Protestan. Kerjasama Misionaris Dan Imperialis Paus Iskandar VI memberikan dukungan kepada pemerintah Spanyol dan Portugal, dengan syarat, kedua imperialis ini memberikan jalan kepada misionaris untuk masuk ke negara jajahan dan mendukung segala upaya dan aktivitas misionaris Kristen di sana. Kerjasama misionaris dan imperialis ini menguntungkan kedua belah pihak. Para misionaris berperan sebagai pembuka jalan bagi imperialis dengan menghancurkan moralitas penduduk pribumi. Setelah berdiri, pemerintahan imperialis melindungi aktivitas misionaris agar penyebaran kebudayaan Barat terus berjalan. Mengapa misionaris mau bekerjasama dengan imperialis? Dalam China and the West, Pak mengutip ucapan Napoleon, “Delegasi misionaris agama bisa memberikan keuntungan buatku di Asia, Afrika, dan Amerika; karena aku akan memaksa mereka untuk memberikan informasi tentang semua negara yang telah mereka kunjungi. Kemuliaan pakaian mereka tidak saja melindungi mereka, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk menjadi mata-mataku di bidang politik dan perdagangan tanpa sepengetahuan rakyat.” Akhirnya, kristenisasi menjadi salah satu strategi negara-negara Barat untuk menguasai Dunia Islam. Negara-negara Barat dan perusahaan-perusahaan multinasionalnya menanamkan modal yang sangat besar pada yayasan-yayasan misionaris. David Waren, penanggungjawab Ensiklopedia Dunia Kristen, menyatakan bahwa 70 miliar dolar telah dihabiskan untuk membiayai aktivitas misionaris pada tahun 1970 saja. Menurutnya, kurang dari dua dekade jumlah ini telah mencapai hampir dua kali lipatnya dan akan terus meningkat. Muhammad Imarah mencatat, pada 1991 Organisasi Misionaris Dunia memiliki 120.880 lembaga khusus untuk kegiatan kristenisasi di kalangan Islam; 99.200 lembaga pendidikan untuk mencetak kader penginjil; 4.208.250 tenaga profesional; 82 juta komputer; 24.000 majalah; 2.340 stasiun pemancar radio dan televisi; 10.677 sekolah dengan jumlah 9 juta siswa; 10.600 rumah sakit; 680 panti jompo; 10.050 apotik; anggaran kegiatan kristenisasi sebesar 163 miliar dolar. Tahun sekarang pastinya lebih dari itu. Setiap tahunnya, para misionaris biasanya berkumpul pada 22 Juni yang merupakan Hari Kristenisasi Internasional untuk mengevaluasi kinerja mereka selama setahun ke belakang dan menentukan cara-cara baru yang lebih mumpuni. Strategi Kristenisasi Kristenisasi menempuh dua strategi. Pertama, membina dan memasukkan orang Islam ke dalam agama Kristen. Strategi ini terhitung kurang ampuh, mengingat ajaran Kristen sendiri memiliki kelemahan internal sehingga orang yang berakal sehat tidak akan sudi secara sadar memeluknya. Oleh karena itu, strategi kedua dianggap lebih realistis dan efektif, yaitu mengeluarkan orang Islam dari agamanya atau menjauhkannya dari ajaran Islam. Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan, “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim sebagai seorang Kristen... Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu.” Strategi inilah yang berhasil meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah. Kristenisasi Pada Masa Kekhilafahan Islam Terakhir Gerakan misionaris menimbulkan dampak yang sangat merusak di Dunia Islam. Apa yang tidak dapat dicapai oleh kaum kafir dalam ribuan tahun menggunakan kekuatan senjata, dapat diraih oleh kaum misionaris hanya dalam waktu satu abad. Awalnya, gerakan ini bertujuan untuk menyebarkan pemikiran Kristen dan mengganti agama kaum Muslim. Namun, usaha ini gagal. Dalam metode barunya, alih-alih mengajarkan ajaran Kristen, mereka malah mempropagandakan kebudayaan Barat dan nasionalisme. Metode ini banyak dilakukan oleh misionaris asal Amerika. Seperti diakui oleh penulis Barat, George Antonius, benih-benih pemikiran pertama Barat seperti penolakan agama, liberalisme, dan sekularisme terus-menerus ditanamkan oleh misionaris Kristen di Dunia Islam. Tujuannya ialah memperlemah keislaman kaum Muslim dan mempersiapkan kondisi bagi terlaksananya imperialisme. Para misionaris menyebarkan dasar-dasar pemikiran Barat dan mempromosikan peradaban Barat di Dunia Islam dengan mendirikan sekolah-sekolah, pusat keilmuan, dan universitas. Universitas St. Joseph di Suriah dan Universitas Amerika di Beirut adalah dua pusat keilmuan yang didirikan para misionaris. J.B. Gibb, dalam Suriah, Libanon, dan Jordania, menulis, “Kedua universitas ini membuka jalan bagi masuknya pemikiran Barat ke Suriah, Lebanon, dan Yordania; unsur pemikiran baru terpenting yang mereka sebarkan adalah nasionalisme.” Universitas St. Joseph menekankan pada pengkristenan kaum Muslim dan penyebaran kebudayaan Barat di Suriah, sementara Universitas Amerika di Beirut berusaha menyampaikan pahamnya dengan metode westernisasi dan liberalisasi. Universitas ini menerapkan rencananya dengan jalan menyebarluaskan materialisme, nasionalisme, dan liberalisme. Akibatnya, terjadilah gelombang penjajahan dan penindasan budaya pribumi serta masuknya ideologi-ideologi dan pendidikan Barat. Sedangkan bidang industrialisasi dan kemajuan ekonomi dan ilmu-teknologi sama sekali tidak dikembangkan di negara-negara Islam. Joseph Szyliowicz, dalam Pendidikan dan Modernisasi di Timur Tengah, mengakui bahwa program-program kedua universitas ini lebih banyak bermanfaat bagi Prancis dan Amerika daripada memenuhi kebutuhan masyarakat Timur Tengah. Shabir Ahmed dan Abid Karim, dalam Akar Nasionalisme di Dunia Islam, mencatat bahwa Inggris dan Prancis mendalangi disintegrasi wilayah Khilafah Utsmaniyah. Mereka berhasil memaksa Khilafah untuk memecah wilayah Syam menjadi dua provinsi, yakni Lebanon dan Suriah. Lebanon dikuasai orang Kristen dan sejak itu menjadi penghubung antara negara asing imperialis dan Dunia Islam. Rongrongan para misionaris ini pada akhirnya mampu meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah yang pernah berjaya sekitar 700 tahun lamanya. Dengan runtuhnya Khilafah dan naiknya Kamal Attaturk, para misionaris semakin leluasa menjalankan aktivitasnya. Kebijakan politik Attaturk sejalan dengan tujuan para misionaris. Attaturk menutup semua sekolah Islam di Turki dengan alasan penyeragaman kurikulum pendidikan. Sebaliknya, pusat-pusat pendidikan misionaris Barat diizinkan untuk terus beroperasi, bahkan pada 1930, sekolah-sekolah AS di Turki dibebaskan dari pajak. Minggu ditetapkan sebagai hari libur menggantikan Jumat. Huruf Arab diganti huruf latin. Penanggalan Hijrah diganti penanggalan Masehi. Kebijakan itu diambil Attaturk demi menyingkirkan nilai-nilai Islam dari tengah-tengah masyarakat Turki. Sebaliknya, Attaturk menyebarluaskan pengaruh kebudayaan Barat di negara itu. Kristenisasi Di Indonesia Riwayat kristenisasi di Indonesia dimulai dengan datangnya para kolonialis. Selama lebih dari tiga abad Indonesia dijajah oleh Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris. Status sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sekaligus memiliki kekayaan alam yang melimpah menjadikan Indonesia target penting bagi misionaris dan kolonialis. VOC atau Perusahaan Belanda di Hindia Timur yang dibentuk pada 1602 merupakan wakil imperialisme Belanda di Asia Tenggara. Latourette, dalam A History of Christianity, mengakui, “Prinsip dan kaidah Kristen dalam kebijakan-kebijakan imperialisme Belanda memainkan peranan yang sangat banyak.” Aqib Suminto, dalam Politik Islam Hindia Belanda, menuturkan bagaimana pada 1661 VOC melarang umat Islam melaksanakan ibadah haji. Kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katolik ekstrem di parlemen Belanda. Bogart menilai para haji sangat berbahaya secara politis. Karena itu, melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu. C. Guillot, dalam Kiai Sadrach: Riwayat Kristenisasi di Jawa, menuturkan bahwa pada awalnya pusat penyebaran Kristen adalah Maluku. Banyak orang Maluku yang menjadi tentara yang kemudian dikirim ke kawasan-kawasan utama militer Belanda di Jawa, seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya. Mereka itulah yang pertama kali membentuk jemaah Kristen pribumi. Dalam menjalankan kristenisasi, VOC meniru cara-cara yang dilakukan Spanyol dan Portugis, yaitu cara-cara memaksa. Penjajah Belanda memaksa rakyat pribumi untuk menerima ajaran Kristen. Sebaliknya, jika seorang Belanda masuk Islam, keuangannya akan dihentikan dan orang itu akan ditangkap serta dikeluarkan dari wilayah tersebut. Perlindungan para imperialis Barat membuat para misionaris memiliki posisi penting di masyarakat. Ketika Indonesia merdeka, orang-orang Kristen menduduki jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan dan memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik. Perubahan dalam mukadimah UUD RI dari “Ketuhanan yang Mahaesa dengan menjalankan kewajiban syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” merupakan contoh kuatnya pengaruh Kristen di Indonesia. Selanjutnya, setiap rancangan undang-undang atau peraturan pemerintah yang dianggap menguntungkan kaum Muslim selalu ditolak keras oleh kalangan Kristen, misalnya dalam perdebatan seputar RUU Peradilan Agama 1989. Sebaliknya, yang dianggap dapat menjauhkan kaum Muslim dari ajaran Islam selalu didukung penuh, seperti dalam perdebatan RUU Perkawinan 1973. Berbagai konflik sejak 1997 yang melibatkan pemeluk Islam dan Kristen di Kalbar, Timtim, NTT, Ambon, Irian, Poso, dan Maluku, sebenarnya tidak lain adalah buah dari aktivitas kristenisasi yang tak kunjung padam dan dipadamkan. Modus Kristenisasi Banyak cara ditempuh para misionaris demi memurtadkan umat Islam. Media Dakwah (No. 192/Juni/1990) memuat bocoran dokumen Keputusan Dewan Gereja Indonesia di Jakarta tertanggal 31 September 1979 perihal program jangka panjang kristenisasi di Indonesia yang intinya bertujuan meningkatkan populasi umat Kristen agar sama dengan umat Islam. Ini dilakukan dengan mempropagandakan program keluarga berencana kepada kalangan Muslim dan mengharamkannya bagi kalangan Kristen. Berikut ini ialah sebagian modus kristenisasi yang ada di lapangan. Pendidikan Bagi para misionaris, pendidikan merupakan jalan terbaik untuk mempengaruhi masyarakat. John Moot, misionaris Amerika, mengatakan, “Kami harus mengajarkan ajaran agama kepada anak-anak. Sebelum dewasa, anak-anak itu harus kami tarik ke Kristen dan sebelum konsep Islam terbentuk dalam jiwa anak-anak itu, jiwa mereka harus kami tundukkan.” Karena itu, mereka mendirikan lembaga pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, tentu saja dengan kualitas pendidikan dan fasilitas yang canggih. Karenanya, bisa dimaklumi mengapa kalangan Kristen seperti kebakaran jenggot ketika RUU Sisdiknas hendak di-UU-kan. Kesehatan Dan Pengobatan Di dunia ini akan selalu ada orang yang sakit dan orang sakit akan selalu memerlukan dokter. Di mana ada kebutuhan terhadap dokter, di sana ada kesempatan untuk menyebarkan ajaran agama. Di rumah sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, pasien Muslim biasanya mendapat brosur tentang penghiburan dan penyembuhan Yesus Kristus. Di rumah sakit Advent Bandung, pasien Muslim diajak berdoa bersama oleh rohaniwan rumah sakit dengan tatacara peribadatan Kristen. Tahun 2003 lalu diselenggarakan Bandung Festival 2003 di GOR Saparua, Bandung. Dalam poster dan selebaran tertera bahwa di sana akan ada pengobatan gratis oleh Peter Youngren. Dari susunan acara yang mencantumkan doa bersama, dari sosok Peter Youngren yang mejeng di poster, dan dari penyelenggara acara itu, mudah ditebak bahwa itu adalah ajang pemurtadan di tengah kota. Perkawinan/Pemerkosaan Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, diculik dan dijebak oleh aktivis Kristen. Ia diberi minuman perangsang lalu diperkosa. Setelah tak berdaya, ia dibaptis. Linda, siswi SPK Aisyah Padang, diculik, disekap, dan diteror secara kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah Yesus Kristus. Di Bekasi, seorang pemuda Kristen pura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis Muslimah salihah. Setelah menikah, mereka melakukan hubungan suami-istri. Adegan ranjang yang telah direncanakan itu difoto oleh kawan pemuda Kristen itu. Setelah dicetak, foto itu ditunjukkan kepada sang Muslimah dibarengi pertanyaan, “Tetap Islam atau pindah ke Kristen?” Jika tidak pindah agama, foto-foto telanjang Muslimah itu akan disebarluaskan. Karena tidak kuat mental, akhirnya sang Muslimah terpaksa dibaptis demi menghindari aib. Narkoba Di Desa Langensari, Lembang, Bandung, Yayasan Sekolah Tinggi Theologi (STT) Doulos menyebarkan Kristen dengan cara merusak moral calon korbannya terlebih dulu. Di sana, para pemuda berusia 15 tahunan dicekoki minuman keras dan obat-obatan terlarang sampai kecanduan berat. Setelah kecanduan, para pemuda itu dimasukkan ke panti rehabilitasi Doulos untuk disembuhkan sambil dicekoki injil (Republika, 10 dan 12/4/1999). Filantropi Para misionaris sering menampilkan diri sebagai orang yang penuh belas kasih terhadap sesama manusia. Mereka mendatangi orang-orang miskin sambil menawarkan makanan (beras, mi instan, gula, dan lain-lain.) secara gratis. Mereka juga memberi obat-obatan, pakaian bekas, alat-alat pertanian (bibit, pupuk, obat pembunuh serangga/hama, dan lain-lain.). Setelah orang desa merasakan manfaatnya, barulah para misionaris menyatakan maksud yang sebenarnya, bahwa mereka adalah pelayan dari Yesus Kristus, dan bantuan yang orang desa nikmati itu adalah dari Yesus. Lalu sang misionaris bertanya, mana yang lebih baik, Islam atau Kristen? Singkatnya, masyarakat desa dibaptis. Menggunakan Idiom-idiom Islam Para misionaris menggunakan idiom-idiom keislaman dalam tatacara peribadatan serta menerbitkan buku-buku dan brosur berwajah Islam, tetapi isinya memutarbalikkan ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi, untuk mendangkalkan akidah umat. Ayat-ayat Ilahi dipermainkan untuk melecehkan Islam sembari menjunjung tinggi Kristen. Maksudnya jelas, agar kaum Muslim meragukan ajaran Islam lalu pindah ke Kristen. Cara ini dilakukan, misalnya, dengan meniru kebiasaan umat Islam dalam hal bangunan dan tatacara ritual. Bangunan gereja GPIB Padang memakai lambang-lambang Minang untuk merayu orang Minang agar tertarik kepada Kristen. Di beberapa desa di Yogyakarta, misionaris meniru adat kebiasaan umat Islam, seperti tahlilan, pakai kopiah yang biasa dipakai umat Islam, dan tak lupa mengucapkan salam ‘assalamualaikum’, dan lain-lain. Ada juga shalat 7 waktu dengan pakai peci, sajadah, tilawah Injil dan kasidah versi Kristen yang dilakukan oleh Kristen sekte Ortodoks Syria. Mereka juga sering mengadakan Natalan bersama dengan memakai atribut Islam, seperti yang pernah dilakukan jemaat Doulos di Kampung Sawah. Penerbitan Buku Buku yang diterbitkan ada yang berwajah Islam dan ada yang langsung menghujat Islam. Contoh yang berwajah Islam adalah Ayat-ayat al-Qur’an karya Drs. A. Poernarna Winangun, sementara Islamic Invasion: Confronting the World’s Fastest Growing Religion oleh Robert Morey adalah contoh yang menghujat. Masih banyak lagi buku-buku sejenis. Ada dua target yang ingin dicapai dengan menerbitkan buku-buku berwajah Islam. Pertama, target ke dalam, yaitu memantapkan ajaran Kristen, seolah-olah ajaran Kristenlah yang benar. Kedua, target ke luar, yakni mengelabui umat Islam yang masih dangkal pemahaman agamanya, agar mau membaca lalu meyakini doktrin Kristen. Buku-buku itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center Nehemia Jakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepada Shiraathal Mustaqiim. Sebaliknya, buku yang menghujat biasanya terjemahan tanpa identitas penerbit asli. Mistik Para misionaris kini kerap menggunakan jurus-jurus alam gaib untuk memurtadkan orang Islam. Majalah Sabili (Edisi 12/Desember/2003) dan Gatra (Edisi 51, 31/Oktober/2003), menurunkan laporan mengenai maraknya aksi pemurtadan lewat jin, sihir, dan hipnotis di Sumatra Barat. Banyak Muslimah di sana yang dibuat kesurupan lantas diajak masuk Kristen. Demikianlah sepak terjang kristenisasi di Dunia Islam, yang harus selalu diwaspadai oleh kaum Muslim. [Majalah al-wa'ie, Edisi http://swaramuslim.net/more.php?id=193_0_1_0_M Hj. Irene Handono : 16 hal Utama Strategi Pemurtadan Oleh : Fakta 15 Feb, 04 - 4:02 am Sekilas kisah pemateri Ustadzah Irene Handono ( Mantan Biarawati Gereja ) Beliau dahulunya ada seorang biarawati yang lama belajar dalam kependidikan khusus pastur akhir. Suatu ketika beliau mendapatkan materi Islamologi, yang bertujuan 'mengenalkan Islam' agar dapat memusuhinya. Ketika belajar Islamologi ini, ada beberapa hal yang dapat ia bantah kepada pengajarnya antarara lain bahwa Islam adalah agama orang-orang miskin, dan terbelakang, dengan mengambil sampel negara Indonesia. Beliau membantah dengan argumen-argumen cerdas sebagai berikut : * Mexico adalah Negara miskin, dimana hampir seluruh mayoritas penduduknya adalah Kristen * Mesir, disana kebanyakan majikan beragama Islam dan justeru yang menjadi pembantu kebanyakan yang beragama Kristen * Irlandia, terdapat konflik horizontal antara Khudustan dan Katolik. * Italia, negara sumber mafioso yang justeru mayoritasnya beragama Kristen Akhirnya ia meminta izin kepada pengajarnya untuk mempelajari Islam lebih detail dari sumbernya, dan akhirnya disetujui. Awal pembelajarannya adalah membuka surah Al Ikhlas, dan disanalah nanti akhirnya beliau mendapatkan hidayah. Beberapa Catatan Penting 1. Meski Internal Kristen (Protestan dan Katolik), dan dengan Yahudi terdapat konflik yang cukup panjang, tapi menghadapi Islam, mereka bersatu padu, atas nama Kristen 2. Dalam bible dikatakan : "Carilah domba tersesat, dan kabarkanlah injil ke seluruh dunia." Ayat inilah yang menjadi inspirasi kaum Kristen militan dalam mengkristenisasi umat lain, sebagai karcis mereka memasuki surga 3. Kristen ketika berjumlah sedikit senantiasa menyampaikan ajarannya dengan lemah lembut, namun ketika jumlah mereka sudah banyak dan mayoritas mereka beralih kepada jalan kekerasan. Contoh terdekat adalah kasus Ambon, Idul Fitri Berdarah 4. Kristen mulai naik daun di era pemerintahan Gus Dur 5. Kristenisasi ditopang oleh beberapa faktor, diantaranya : - Perintah Agama - Perintah Politik, dengan peluncuran beberapa program : 5.1. Program YERICHO, Target Pulau Jawa terkuasai dalam 2004, bahkan termasuk didalamnya Sukabumi dan Madura 5.2. Program ANDALAS, Target Padang dan Sumatera 5.3. Program PACARISASI dan HAMILISASI Dengan target anak-anak para tokoh, pemimpin masjid dan ta'lim 5.4. Program YOSEPH 2004, dimana target presiden adalah Kristen 6. Agama Islam tidak mungkin punah kecuali Kiamat, tapi Islam di sebuah Negara amat mungkin untuk punah, sebagaimana yang telah terjadi di Spanyol dan Rusia, dan boleh jadi di Indonesia kelak 7. Pola Kristenisasi yang dilakukan, berdasarkan kehidupan masyarakat, sbb. : - Masyarakat menengah ke atas mengubah pola fikir Masyarakat bawah dengan kebutuhan sandang pangan contoh kecil : tayangan Sisilia, Dorce Maria, yang berkisah tentang biarawati 8. DR. Suradi, seorang dokter yang tinggal di Jalan Proklamasi, membuka rumahnya untuk berobat gratis dan obat 9. Tilawatil Injil, adalah sejenis bacaan mirip murottal Al Qur'an, nada imam Madinah, yang merupakan salah satu teknik pengkaburan ajaran Islam di masyarakat selain melalui brosur/selebaran, dan Khitanan Masal yang diselenggarakan pihak Gereja 10. Metoda Tangkap Ayam adalah metoda yang digunakan oleh para misionaris, dimana dengan umpan sandang pangan (contoh : beras), mengajak para kaum miskin dan fakir untuk memeluk ajaran mereka 11. Target mereka adalah : 40 juta pemeluk di tahun 2002 dan 60 juta pemeluk di tahun 2004. Dengan jumlah sebanyak itu dan mereka bersatu atas nama Kristen, maka bukan tidak mungkin jika suara mereka bulat dalam memilih Presiden beragama Kristen dari kalangan mereka, maka demikianlah akhir bangsa Indonesia 12. JUMS, adalah sebuah organisasi militant Kristen yang telah mengaku sebagai penginjil tulen, yang berniat membangun 1000 buah sekolah gratis 13. Katolik Jawa, adalah sebutan bagi pemeluk Kristen Katolik di Pulau Jawa, dimana diketahui bersama bahwa Gereja Katolik adalah sebagai think tank, atau konseptor dari gerakan Kristenisasi. Katolik dikenal berperangai halus, namun memiliki pedang bermata tiga, yakni pendidikan, kesehatan, dan perekonomian 14. SYJ adalah gelar bagi pendeta yang militant, singkatan dari Serikat Yesus Jesuit. Sebagai contoh adalah Romo Sandi (Sandiawan SYJ) yang mau tinggal di perkampungan kumuh di salah satu simpul di Jakarta yang dekat dengan kaum ibu, dan hidup dengan cara masyarakat sekitar 15. Sekolah Kanisius memang bertarif 12,5 juta rupiah bagi calon murid baru dari Katolik, tapi jangan lupa bahwa mereka mengenakan tarif GRATIS bagi calon murid baru dari Islam 16. Saat ini sudah mulai dimasyarakatkan 'Idil Maulid Isa a.s. hampir mirip dengan Maulid Nabi Muhammad SAW Penulis: Ustadzah Irena Handono alhikmah.com Penanggung Jawab Isi : Divisi Kajian Musholla Al Barokah Gedung Cyber Ringkasan materi Kajian Pemantapan Aqidah http://albarokah.lamalif.org http://swaramuslim.net/fakta/more.php?id=1486_0_16_0_M 1001 Cara Kristenisasi Oleh : Fakta 24 Jul, 03 - 8:32 am Berbagai cara ditempuh untuk melancarkan proyek kristenisasi. Ada yang memalsukan Al-Quran, pendeta mengaku haji, imagesampai upaya memurtadkan kiai ternama. Ada pula tokoh Muslim yang "mendukung" kristenisasi Kawin antar-agama hanyalah salah satu cara kristenisasi. Lainnya, banyak. Menurut kristolog Abu Deedat Shihab, kaum misionaris dan zending perlu menempuh berbagai macam cara karena selama ini merasa gagal. Kini, kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkan ummat Islam dari agama, baru kemudian memurtadkannya. Abu Deedat merujuk pada Al-Quran Surat Al-Baqarah: 109, "Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman..." Juga Al-Baqarah: 120, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka." Sinyalemen Al-Quran itu memang benar. Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan, "Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq sebagaimana seorang Muslim. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu." Plesetan Al-Quran imageAl-Quran, sebagai tuntunan hidup ummat Islam, kini dimanfaatkan sebagai sarana kristenisasi. Tentu saja bukan Al-Quran sungguhan, tapi palsu. Salah satunya adalah The True Furqan, yang sempat beredar di internet dan menggegerkan publik Jawa Timur, awal Mei lalu. Dalam Al-Quran buatan Evangelis (Ev) Anis Shorrosh itu, ada surat bernama Al-Iman, At-Tajassud, Al-Muslimun, dan Al-Washaya yang isinya memuji-muji Yesus. Selain ada Al-Quran palsu, juga bertebaran buku-buku plesetan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits. "Cara ini yang sekarang paling banyak terjadi. Pemberian Supermie atau bantuan uang sudah tidak manjur lagi," tutur Abu Deedat. Kenapa cara itu ditempuh? Dalam wawancara dengan majalah Jemaat Indonesia (edisi 4 Juni 2001), Pdt R Muhamad Nurdin —Muslim murtad— menyebut trik itu sebagai cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. "Saya membuat buku agar dibaca umat Kristen, kemudian disalurkan kepada umat beragama lain. Saya tulis untuk kalangan sendiri, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian bagi orang Yahudi aku seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Itu cara yang hati-hati dalam merebut hati kaum Muslimin. Jangan sampai ada vonis mati seperti untuk Suradi dan Poernama," ujarnya. Dua nama terakhir adalah pendeta yang divonis mati oleh Forum Ulama Ummat (FUU) Bandung karena menghina agama Islam. Buku-buku Nurdin laku keras. Dalam tiga tahun, 5000 eksemplar ludes. Hasilnya, menurut penuturan Wakil Gembala Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Rawamangun Jakarta ini, banyak orang Islam yang akhirnya menerima Yesus alias murtad. "Bahkan ada yang menjadi penginjil." Contoh buku karangan Nurdin adalah Ash-Shadiqul Masdhuq (Kebenaran yang Benar), As-Sirrullahil Akbar (Rahasia Allah yang Paling Besar), dan Ayat-ayat Penting dalam Al-Quran. Selain buku, juga bermunculan brosur atau pamflet sejenis lembar Jumat. Judul yang dipilih pun seolah-olah Islami. Misalnya "Allahu Akbar Maulid Nabi Isa as", "Kesaksian Al-Quran tentang Keabsahan Taurat dan Injil", dan "Siapakah yang Bernama Allah itu?" Bertebaran pula stiker kaligrafi Arab yang isinya pujian kepada Yesus. Buku dan brosur itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center Nehemia Jakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepada Shiraathal Mustaqiim. Anak-anak sekolah juga menjadi sasaran empuk. Siti Muflikhah, santri Pesantren At-Taqwa Bekasi, pernah mendapat surat berisi komik anak-anak dari sebuah lembaga yang menamakan diri Klab17. Di bagian awal, komik itu berisi cerita keseharian anak-anak. Namun di bagian akhir ada pernyataan, "Saya percaya akan Engkau, Yesus sebagai juruselamat saya." Mengaku Mantan Haji Bidang kesehatan juga dibidik. Ini antara lain dialami keluarga Hartono, warga Kupang, Surabaya. Istrinya, Jam'iyah, sakit dan dirawat di RS RKZ Surabaya. Biaya yang harus dikeluarkan selangit sehingga Hartono yang cuma bekerja sebagai mandor kontraktor kebingungan. Datang misionaris menawarkan bantuan biaya pengobatan. Namun ada syaratnya: masuk Kristen. Hartono terpikat. Suami istri itupun akhirnya menjadi penganut Kristen. Cara yang cukup sulit diidentifikasi adalah tipu daya dengan meniru adat atau kebiasaan komunitas Muslim. Di Cirebon, ada kelompok qasidah yang menyanyikan puji-pujian kepada Yesus. Hal serupa juga dilakukan jemaat Kanisah (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) yang menyelenggarakan tilawatul Injil, memakai peci, ibadahnya mengamalkan shalat 7 waktu, memakai sajadah, dan mendendangkan qasidah. Duta-duta Injil (begitu kalangan Kristen menyebutnya —red) juga berani mengaku sebagai mantan ustadz, bertitel haji atau hajjah, atau anak kiai terkenal. Pengakuan-pengakuan seperti itu direkam dalam kaset dan diedarkan di tengah masyarakat. Misalnya di Cirebon, murtadin Ev Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alias Amin Al-Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI Cirebon. Ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian itu palsu. Ada lagi Ev Hj Christina Fatimah alias Tin Rustini alias Sutini alias Bu Nonot, pemberita Injil dengan memperalat Al-Quran di Gereja Bethel Pasir Koja, Bandung. Mengaku pernah berkali-kali menunaikan ibadah haji. Menurut penuturan Sumarsono, mantan suaminya, Sutini tidak pernah belajar di pesantren. Selama berkeluarga tidak pernah shalat. Memang dia pernah pergi ke Arab Saudi, bukan untuk ibadah haji tetapi menjadi TKW. Banyak lagi kaset-kaset yang berisi rekaman kesaksian palsu, misalnya kesaksian HA Poernama Winangun alias H Amos, Pdt R Muhamad Nurdin, Pdt M Mathius, Pdt Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F Intan Duana, dan Ev Paulus Marsudi. Sekolah dan Tawaran Kerja Biaya sekolah yang kian mahal juga dimanfaatkan untuk menjerumuskan kaum Muslimin. Mereka mendirikan sekolah (yang seolah-olah) Islam, seperti Institut Teologi Kalimatullah Jakarta yang dikelola Yayasan Misi Global Kalimatullah. Juga ada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta, yang mempunyai kurikulum Islamologi bermuatan 40 sks. Lapangan kerja juga menjadi lahan subur. Ini misalnya dilakukan pasangan misionaris Robert Antony Adam dan Traccy Carffer di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Warga Amerika Serikat yang terang-terangan mengaku utusan Yesus itu berhasil memurtadkan 123 orang Minang, dengan bekal jabatan konsultan kehutanan Global Partners Forestry Unit (GPFU). Robert-Traccy yang masuk Pesisir Selatan sejak Desember tahun silam, menawarkan rekayasa teknologi tepat guna pemberdayaan jati emas, pala super, dan kapas transgenik. Robert lantas menjual bibit jati mas, pala, dan kapas dengan harga 50% lebih murah daripada harga pasaran. Kalau mau dapat gratisan, bisa saja. "Asal masuk Kristen," ujar Masrizal, aktivis dakwah di Pesisir Selatan. Banyak warga yang tergiur dan akhirnya menjual keyakinan karena terobsesi keuntungan jutaan rupiah. Untung misionaris ini segera dideportasi karena pelanggaran visa, pertengahan bulan lalu. Kasus serupa terjadi di Bekasi. Bulan April lalu terbongkar praktik kristenisasi berbungkus lapangan kerja. Sekitar 50 orang Muslim asal Gorontalo dibawa ke Bekasi dengan janji akan dipekerjakan dan diberi beasiswa oleh Yayasan Dian Kaki Emas. "Tapi setelah sampai di sini, mereka dididik dan dipaksa pindah agama Kristen oleh Pendeta Edi Sapto," ungkap Hamdi, Ketua Divisi Khusus Forum Bersama Ummat Islam, dalam acara konferensi pers di Masjid Al Azhar, Klender Jakarta Timur. Warga Muslim itu disekap, didoktrin ajaran Kristen, disuruh ikut kebaktian, dan dilarang shalat. Mereka juga diwajibkan memelihara babi-babi yang ada di kompleks yang berdiri di atas tanah seluas 5 hektar itu. Akhirnya kompleks kristenisasi terselubung itu digerebeg warga dan aparat. "Dukungan" Tokoh Muslim Liberal Proyek kristenisasi ternyata mendapat `dukungan' dari beberapa orang yang sering disebut cendekiawan Muslim. Tokoh-tokoh ini memperkenalkan paham liberalisme dan pluralisme yang kerap mengusung slogan `membangun dunia baru', dengan penyatuan agama dan melepaskan fanatisme agama. Salah satunya adalah Prof DR Said Agil Siradj, MA. Gagasan pluralnya antara lain tampak dalam pengantar buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Buku ini dikarang oleh Bambang Noorsena, pendiri Kanisah Ortodoks Syiria (KOS) di Indonesia. Di situ Said Agil menulis bahwa KOS tidak berbeda dengan Islam. Secara al-rububiyyah, KOS mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang harus disembah. Secara al'uluhiyyah, telah mengikrarkan Laa ilaha ilallah (Tiada Ilah selain Allah) sebagai ungkapan ketauhidannya. Jadi dari tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda dengan Islam. Perbedaannya, menurut Said Agil, hanya sedikit. Jika dalam Islam (Sunni) kalam Tuhan yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad) dalam bentuk Al-Quran, maka dalam KOS kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan Ruh al-Quddus dan perawan Maryam menjadi Manusia (Yesus). Perbedaan ini tentu saja sangat wajar dalam dunia teologi, termasuk dalam teologi Islam. "Pandangan seperti itu merupakan salah satu bentuk penghancuran aqidah," timpal Abu Deedat. Tokoh lainnya adalah DR Nurcholis Madjid. Dalam buku Pluralitas Agama, Kerukunan dalam Keragaman, Cak Nur menjelaskan bahwa pengikut Isa Almasih menyebut kitab Injil sebagai Perjanjian Baru berdampingan dengan kitab Taurat yang mereka sebut sebagai Perjanjian Lama. Kaum Yahudi tidak mengakui Isa Almasih dengan kitab Injil-nya, menolak ide Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru itu, namun Al-Quran mengakui keabsahan keduanya sekaligus. Dengan nada agak tinggi, Abu Deedat menyebut pendapat Cak Nur itu sebagai upaya pendangkalan aqidah. "Para pengikut Nabi Isa as (kaum Hawariyun) tidak pernah menyebut Injil sebagai kitab Perjanjian Baru. Nabi Isa sendiri tidak pernah menerima atau mengetahui kitab Perjanjian Baru karena Injil yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa bukanlah Perjanjian Baru yang isinya kebanyakan surat-surat Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Isa itu sendiri," katanya. Selain kedua tokoh di atas, Abu Deedat juga memasukkan Alwi Shihab sebagai tokoh pluralis. Sementara Adian Husaini dalam Islam Liberal menunjuk beberapa nama seperti dosen-dosen Universitas Paramadina (Komaruddin Hidayat, Budhy Munawar Rahman, Luthfi As-Syaukanie), dosen UIN Syarif Hidayatullah (Azyumardi Azra, Muhammad Ali, Nasaruddin Umar), dan beberapa nama lain yang menjadi kontributor Jaringan Islam Liberal. Menurut Adian yang juga anggota Komisi Kerukunan antarumat Beragama MUI, melalui pluralisme, ummat Islam diprovokasi agar melapaskan aqidahnya. Tidak lagi meyakini agamanya saja yang benar, dan kemudian diajak untuk mengakui bahwa agama Kristen juga benar. "Teologi pluralis sebenarnya adalah pembuka pintu bagi misi Kristen dan sejalan dengan imbauan Paus Yohanes Paulus II agar misi Kristen terus dijalankan," ujarnya. Kaum Kristen juga tak segan-segan "menyerang" tokoh-tokoh Muslim yang dikenal sebagai pejuang tegaknya syariat Islam. Misalnya KH Kholil Ridwan (Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) dan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Pimpinan As-Syafiiyah, Jakarta). Sekitar 5 bulan lalu, keduanya mendapat kiriman brosur dari STT Apostolos. "Isinya tidak secara langsung mengajak kepada agama Kristen, namun mengajak saya agar masuk ke dalam Apostolos. Itu artinya Apostolos mengajak saya untuk masuk ke dalam agama Kristen," kata Abdul Rasyid. Abdul Rasyid segera melaporkan kejadian itu kepada aparat, sebab cara itu sudah melanggar ketentuan hukum, yakni larangan mengajak ummat suatu agama untuk masuk ke agama lain. Kemudian ada pemberitahuan dari aparat bahwa pihak Apostolos melalui Pdt Yusuf Roni membantah telah mengirim surat dan brosur itu. "Terlepas dari benar tidaknya bantahan itu, yang jelas apa yang saya alami merupakan indikasi bahwa sasaran kristenisasi tidak hanya kalangan akar rumput, tapi juga ulama dan tokoh masyarakat," ujar Abdul Rasyid. Yerikho 2000 dan Doa 2002 Misi Kristen di Indonesia didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, di antaranya melibatkan konglomerat keturunan Cina, James T Riady (bos Grup Lippo). Seperti terungkap di majalah Fortune (16 Juli 2001), James berencana membangun seribu sekolah di desa-desa miskin di Indonesia. James bekerjasama dengan Pat Robinson (misionaris dunia) juga akan mendirikan organisasi jaringan umat Kristiani. Hebatnya, ummat Islam secara tidak sadar turut mendukung cita-cita besar James T Riady. Antara lain dengan menjadi nasabah Bank Lippo, belanja di Mal Lippo, membeli rumah di Lippo Karawaci dan Cikarang, berobat ke RS Siloam, pelanggan Lippo Shop, Link Net, Lippo Star, Kabel Vision, dan Asuransi Lippo. Indonesia memang akan dijadikan pusat perkembangan Kristen di Asia Pasifik. Demikian kata Pdt George Anatorae dari The Lord Familly Church Singapore dalam seminar kerjasama Global Mission Singapore dan Galilea Ministry Indonesia, di Hotel Shangrila Jakarta (9-12 Juni 1998). Sejauh mana keberhasilan program itu, perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti, data tahun 1999 menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia anjlok dari 90% menjadi 75% (Siar No 43, 18-24 November 1999). Keberhasilan itu berkat kerja keras 38 agen kristenisasi, 1573 misionaris pribumi, 62 misionaris asing, dan 421 misionaris lintas kultural (data dari Operation World 2001 yang dihimpun India Missions Association, Japan Evangelical Assocation, dan Korea Research Institute for Missions). Salah satu lembaga yang gencar melaksanakan kristenisasi adalah Doulos World Mission (DWM). Saat ini DWM sedang melaksanakan Proyek Yerikho 2000, yaitu program pengkristenan wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakkan di kawasan pinggiran Jakarta. Proyek ini bertujuan "mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan menyongsong abad XXI". Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari Belanda, Jawa Barat adalah wilayah "paling gelap" di Indonesia dan sangat tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, "Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus." Yerikho 2000 juga digerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten). Program lainnya adalah Doa 2002, yang dilaksanakan sejak tanggal 19 Oktober 2001 sampai 6 Desember 2002. Secara khusus program ini menyebut beberapa komunitas Muslim sebagai objek kristenisasi. Di antaranya adalah suku Kaili Ledo (Sulawesi Tengah), Melayu Riau, Betawi, Aceh, Melayu Kalimantan, Tenggarong Kutai, Bima, Maluku, Banda, dan Papua. Rencana program Doa 2002 tertuang dalam buku 40 Hari Doa Bangsa-Bangsa yang telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di dunia. Muslim Betawi misalnya, harus didoakan oleh segenap orang Kristen pada tanggal 9 November 2001 lalu. Itu perlu dilakukan agar hati Bapa mengasihi dan merindukan orang Betawi. Selain itu, agar Bapa mengutus duta-duta kerajaan-Nya untuk mengembangkan pelayanan kesenian Betawi, literatur, dan radio dalam bahasa Betawi. Juga, agar Tuhan mencurahkan kuasa-Nya dan mengubah kehidupan orang-orang yang berpengaruh dalam suku Betawi, baik para penyanyi, penari, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan wanita. Secara khusus, orang Kristen mendoakan Presiden Megawati dan beberapa pemimpin dunia. Harapannya, agar Megawati (dan para pemimpin) mendapat pewahyuan tentang Ketuhanan Yesus dan keluarganya datang mengenal Kristus. Duta-duta Injil juga sedang menggencarkan ritual Doa 5 Patok. Yakni meningkatkan doa 5 kali sehari dengan pelaksanaan minimal 30 menit lebih awal sebelum waktu shalat (bagi orang Islam). Tujuannya adalah untuk mengadakan penghadangan ruhani sekaligus pembersihan atmosfir ruhani agar kaum Muslimin dapat menerima Yesus. Ritualnya dilaksanakan sebelum waktu shalat ummat Islam, yakni subuh (mulai 03.15-selesai), pagi (10.30-selesai), siang (14.00-selesai), sore (17.00-selesai), dan malam (18.00-selesai). Pada Kamis malam, dilakukan doa semalaman dan peperangan ruhani sambil berkeliling kota/lokasi tertentu. Awas, hati-hati!• (ahmad, dodi nurja, amz, pam/Hidayatullah) http://swaramuslim.net/fakta/more.php?id=214_0_16_0_M Combat Kit : Strategi Umat Islam Dalam Menghadapi Arus Pemurtadan Oleh : Fakta 21 Jan, 06 - 1:00 am imageimageIsu "Pemurtadan" memang bukan isu yang baru terdengar saat ini. Isu itu sudah berkembang sejak puluhan tahun yang lalu. Namun, gerakan antisipasi umat Islam belum dilakukan secara maksimal. Hal ini terjadi, mungkin dikarenakan gerakan pemurtadan itu sendiri yang masih dilakukan dengan penuh malu-malu. Sehingga umat Islam terkesan menganggapnya sebagai "angin lalu". Tapi, beberapa tahun belakangan ini, gerakan pemurtadan sudah semakin berani dan dilakukan dengan beragam cara/pola (bantuan ekonomi, misi kemanusiaan, pengelabuan, mistik, dan lain sebagainya). Untuk itu, umat Islam hari ini tidak boleh lagi menganggap sebelah mata alias sepele dalam menyikapi kasus pemurtadan yang kian gencar terjadi khususnya ditujukan kepada generasi-generasi penerus panji-panji Islam di masa akan datang. "Pemurtadan" adalah suatu gerakan untuk mengajak orang lain yang sudah beragama untuk masuk memeluk agama lain. Secara sederhana dan sempit konsep ini bisa disamakan dengan dakwah/misi (menyeru/mengajak). Semua agama memiliki konsep tersebut. Tapi, hakikatnya "pemurtadan" adalah berkonotasi negatif yang tentunya sangat berbeda dengan dakwah. Gerakan pemurtadan adalah gerakan menyimpang yang melanggar ketentuan agama dan Undang-undang. Sebab, ada beberapa kesalahan, antara lain adalah: Pertama, mengajak orang yang sudah beragama. Kedua, dilakukan dengan cara-cara yang tidak jujur (seperti, pengelabuan kepada pemeluk agama tertentu untuk beralih ke agama lain dengan iming-iming imbalan tetentu atau bersembunyi di balik misi kemanusiaan padahal mengemban misi agama tertentu). Ketiga, menyusupkan, menambah atau mengurangi isi dari kitab suci agama tertentu dan memasukkan isi dari ajaran agama lain. Keempat, membodohi umat lain dengan dogma-dogma yang menyesatkan. Kelima, target utama (The Main Target) adalah anak-anak atau remaja belia yang masih belum tahu banyak tentang agamanya.Gerakan pemurtadan ini sangat berbahaya bagi umat Islam. Untuk itu, umat Islam harus membuka matanya lebar-lebar dan menyusun strategi jitu dalam membumi hanguskan gerakan pemurtadan ini di bumi pertiwi Indonesia. Islam adalah agama yang dipeluk oleh mayoritas bangsa Indonesia. Kebangkitan Islam akan ditunjukkan oleh umat Islam di Indonesia. Yakinkanlah! Bahwa kita bukan "Singa yang sedang tertidur" tapi kita adalah "Sang penakluk Singa". Umat Islam bukan umat yang mudah terlena dengan bujuk rayu harta, jabatan atau wanita. Tapi, umat Islam adalah umat yang istiqomah (teguh pendirian) untuk memperjuangkan agamanya sampai akhir hayatnya. 'Iis 'Azizan au Mut Syahidan (Hidup mulia atau mati syahid). Strategi Menghalau Gerakan Pemurtadan Masalah pemurtadan bukan lagi masalah nomor dua apalagi sampai ke seratus, tapi sudah termasuk masalah utama. Apabila hal ini dibiarkan terus berlanjut, maka kita telah menghancurkan agama sendiri. Sebab, gerakan pemurtadan adalah gerakan yang mengancam eksistensi umat Islam ke depan. Untuk itu, ada beberapa langkah dalam mengantisipasi penyebar luasan "pemurtadan". Antara lain adalah: Pertama, umat Islam harus memiliki keyakinan yang tangguh (aqidah=tauhid) dan ruhiyah yang kuat. Meyakini bahwa Allah SWT telah menetapkan bahwa Islam adalah agama yang paling benar dan diridhai oleh-Nya. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanya-lah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang diberi al-kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian yang ada pada mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabnya. (QS. Al-Imran:19) Dalam ayat 89 Allah kembali menegaskan: "Barang siapa yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi." Ayat-ayat ini yang membantah secara langsung adanya pendapat yang menyatakan bahwa "semua agama itu sama". Pandangan seperti ini akan berakibat kurangnya keyakinan terhadap kebenaran agama yang telah dianutnya. Kedua, saat sekarang ini "pemurtadan" mengincar generasi muda yang merupakan generasi emas. Mengapa target operasional (TO) mereka adalah generasi muda. Gerakan pemurtadan ini berorientasi puluhan tahun ke depan. Jadi, bila misi mereka berhasil pada hari ini, maka mereka akan menuai hasilnya nanti. Di prediksikan bila umat Islam adem ayem saja, maka porsentasi kuantitas akan berbanding terbalik, minimal 50-50 (sama). Dengan demikian, kesiapan orang tua hari ini untuk membekali anak-anaknya dengan kemampuan (material=ilmu atau mental-spritual=nilai agama/moral). Ketidak perdulian orang tua terhadap kondisi anak-anaknya merupakan jalan mempermudah mulusnya gerakan pemurtadan. Allah SWT berfirman: "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkaan anak-anak mereka dalam keadaan lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan dengan perkataan yang benar." (An-Nisa':9) Jadi, bekalilah anak-anak kita dengan ilmu dan iman. Tanamkan sejak dini kepada mereka akan keyakinan kepada agamanya dan didiklah mereka dengan pendidikan yang benar. Ketiga, tumbuhkan semangat membantu sesama. Para orang kaya (aghniya') membantu para dhu'afa' (fakir/miskin). Sehingga umat Islam yang kesulitan ekonomi akan terbantu. Hari ini, gerakan pemurtadan banyak menggunakan pola bantuan ekonomi. Karena kesusahan akhirnya agamanya pun tergadai. Keempat, menjaga muslimah. Wanita muslimah sangat menjadi incaran oleh lelaki kafir. Makanya ada salah satu pola gerakan pemurtadan "Pacari, hamili, murtadkan". Untuk itu, lelaki muslim wajib menjaga wanita muslimah. Terlebih wanita muslimah harus menjaga dirinya dari pergaulan dan memperketat diri dengan busana syar'I (menutup aurat). Allah SWT berfirman: "…dan janganlah kamu tampakkan perhiasan kecuali yang boleh ditampakkan (muka dan telapak tangan)." (QS. An-Nur:31) Kelima, sikap pro-aktif umat Islam dalam memperjuangakan masalah penyimpangan dalam pola penyebaran agama (seperti: penculikan, penganiayaan, pemaksaan, hipnotis, mistik, bersembunyi atas nama kemanusiaan) kepada pemerintah agar melakukan tindakan tegas terhadap pelaku-pelaku tersebut. Untuk itu, umat Islam harus senantiasa menggalang persatuan daan kesatuan demi keselamatan bersama. Keenam, mewaspadai setiap gerakan yang mencurigakan dengan bersikap hati-hati. Mereka punya 1001 cara untuk memurtadkan umat Islam, jadi selalu waspada/hati-hati dengan pola-pola tersebut. Manakala menemukan sesuatu yang mencurigakan segeralah koordinasi bersama umat Islam. Jika sudah terbukti melanggar Undang-Undang yang berlaku maka biarlah hukum yang menyelesaikannya. Penutup Menghalau gerakan pemurtadan merupakan salah satu pola memelihara agama (hifz aldin) dari kehancuran. Hal ini merupakan suatu kemestian bagi umat Islam (dharuriyah). Untuk itu, mari kita semua (umat Islam) "satukan tekad, melangkah bersama, usir arus pemurtadan dari bumi Indonesia dengan mekanisme yang benar." Mudah-mudahan Allah SWT meridhai jalan orang-orang yang tetap teguh (istiqomah) di jalan-Nya dalam menegakkan panji-panji Islam. Amiin. Wallahu a'lamu. http://swaramuslim.net/fakta/more.php?id=58_0_16_0_M Ustadz Drs. H. Hartono Ahmad Jaiz, Perang terhadap JIL Katagori : Counter Liberalisme Oleh : Redaksi 02 Jul 2005 - 12:30 am Selamatkan IAIN Dari Permurtadan imageimageAda upaya sistematis pemurtadan pada mahasiswa IAIN akhir-akhir ini. Itulah sebabnya, patut diketahui alasan, kenapa IAIN dan UIN perlu dicermati dan diwaspadai. Target pemurtadan itu bisa dirasakan, ketika mahasiswa IAIN-UIN begitu terkagum-kagum dengan pemikiran kaum orientalis, diantaranya Ulil Absar Abdalla, dedengkot Jaringan Islam Liberal (ML). Fenomena maraknya kelompok yang menamakan dirinya sebagai Islam Liberal, belakangan semakin berkembang saja di kampus IAIN maupun UIN. Bahkan ditenggarai justru IAIN dan UlN-lah yang menjadi lahan subur maraknya barisan pengusung paham liberal. Sehingga pengusung paham pluralisms agama, nikah beda agama, pikiran-pikiran yang keluar dari mainstream Qur'an-Sunnah banyak sekali dilahirkan dari rahim IAIN. Kendati masih acte kelompok mahasiswa di IAIN dan UIN yang memegang teguh pada Al Qur'an dan As-Sunnah. Hanya saja, mereka seperti tenggelam. Mahasiswa kelompok ini seolah kalah publikasi. Maklum, Mahasiswa IAIN-UIN yang sering nyeleneh karena otak liberalnya itu, telah dibackingi oleh Amerika, terutama dari segi dana, sehingga anak-anak muda di "kampus hijau" itu tidak menemui kesulitan ketika harus mengadakan forum-forum diskusi yang nara sumbernya didatangkan sendiri dari kalangan mereka yang juga liberal dan sekuler. Dengan kata lain, misi dan propaganda Barat dapatterakomodir oleh segelitir anak-anak IAIN-UIN yang belakangan mulai terkikis akidah lslamnya. Hingga saat ini tokoh-tokoh liberal di IAIN sudah semakin terang-terangan menghina Allah, dan ajarannya terns menerus dijajakan ke masyarakat. Lebih ironis lagi, keliberalan itu dijadikan kurikulum dan diwajibkan bagi para mahasiswanya, Bahkan kini ditambah pelajaran hermeneutika untuk mengganti metode tafsir Al Qur'an. Menurut Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, dalam acara bedah buku "Ada Pemurtadan di IAIN" beberapa waktu lalu, ada upaya sistematis pemurtadan pada mahasiswa IAIN akhir-akhir ini. Itulah sebabnya, patut diketahui aiasan, kenapa IAIN dan UIN perlu dicermati dan diwaspadai. Pertama, adanya ajakan dzikir dengan lafal Anjing hu Akbar oleh mahasiswa seniorfakultas Ushuluddin (filsafat) IAIN Bandung kepada mahasiswa baru dalam acara ta'aruf, September 2004. Termasuk adanya pernyataan, "Selamat bergabung di area bebas Tuhan" di acara yang sama. Alasan kedua, adanya dosen IAIN yang di depan kelas dengan bangganya mengaku sudah tiga bulan tidak shalat. Ketiga, Zainun Kamal (dosen UIN Jakarta) telah menikahkan Muslimah dengan lelaki Kristen di Hotel Kristal Pondok Indah Jakarta. Keempat, adanya mahasiswa IAIN Bandung yang dengan bangga mengenakan kalung salib dan zionis pada lehernya, dan masih banyak lagi. Sejak masuknya para orientalis ke kampus ini, sudah cukup banyak wacanayang belakangan tak sekedar lagi wacana. Tapi sudah menjadi sebuah paham, ideology, dan "agama baru". Wacana kotor dan beracun yang hendak ditularkan itu antara lain: "Surga Tuhan itu nanti mungkin terdiri dari banyak "kamar" yang bisa dimasuki dengan beragam jalan atau agama"; semua agama sama, semuanya menunju kebenaran; tidak boleh mengklaim dirinya yang paling benar; Syariat Islam akan membuat kaum perempuan menderita; menghalalkan nikah beda agama; menggagas penyamaan waris antara laki-laki dan perempuan; menghalalkan goyang ngebor; mengakui keberadaan kaum gay dan lesbi; mengatakan Al Qur'an itu produkbudayadan sudah tidak relevan lagi; menyerukan kondom sebagai solusi, dan sebagainya. Gejala sesat menyesatkan lewat jalur sistematis yaitu perguruan tinggi Agama Islam se-lndonesia, justru dibiarkan oleh pitiak akademik (kampus), termasuk Departemen Agama sendiri. Seolah-olah, pemikiran sesat itu dibiarkan. berkembang, dan betul-betul dijadikan pegangan mahasiswa sebagai pendekatan keiimuan dalam memahami Islam. Sarang Pemurtadan? imageDikatakan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, akar masalah lancarnya pemurtadan dan kristenisasi adalah sistem pendidikan Islam yang telah diselewengkan. Kurikulum perguruan tinggi Islam, nyatanya tidak Islami lagi, karena diambil dari hasil eksperimen dan rancangan orientalis Barat yang misinya adalah penjajahan, kristenisasi, dan westernisasi (pembaratan). Bahkan kurikulum IAIN, UIN, STAIN, dan STAIS kini penekanannya lebih pada socio histories. Lebih bahaya lagi, motode yang digunakan di perguruan tinggi Islam itu adalah mencoba menafsiri Bible, yakni apa yang mereka sebut hermeneutika. Perlu diketahui, hermeneutika adalah metode tafsir Bible, yang di kembang kan oleh para filosof dan pemikir Kristen di Barat menjadi metode interpretasi teks secara umum. Oleh sebagian cendekiawan Muslim, metode ini diadopsi dan dikembangkan, untuk dijadikan sebagai alternatif dari metode pemahaman Al Quran yang dikenai sebagai ilmu tafsir. Jika metode atau cara pemahaman Al Quran sudah mengikuti metode kaum Yahudi dan Nasrani dalam memahami Bible, maka patut dipertanyakan, bagaimanakah masa depan kaum Muslimin di negeri ini nantinya? "Akibat itu, dosen IAIN-UIN yang tadinya mendidik mahasiswa agar memahami Islam, berubah mengajari mahasiswa agar bingung terhadap Islam. Atau paling tidak menjadikan anak didik yang kerjanya mengkritisi Islam, bukan mengamalkannya dengan taat kepada Allah dan Rasulnya. Nah, kalau dosennya saja bingung, apalagi mahasiswanya," ujar Hartono. Tapi, apa kata dosen IAIN-UIN sendiri saat membela mahasiswanya yang nyeleneh: "Ini sekadar wacana", "ini pembahasan akademis", "jangan dimaknakan secara tekstual, literal, atau secara dangkal". Dalihnya lagi, "kita perlu Islam Progresif", "kita perlu Islam Emansipatoris", "jangan suka merasa benar sendiri", dan sebagainya. Jadi itu semua adalah senjata mereka untuk menutupi kekacauan pemahaman mereka, sekaligus menipu mahasiswa agar mudah dijebak kekacauan pemahaman Islam model mereka. Dengan sistem pendidikan Islam yang kacau seperti itu, maka para orang tua yang menguliahkan anak-anaknya dengan harapan agar menjadi ulama yang saleh menjadi terabaikan. Yang muncul justru, sarjana-sarjana agama Islam (S.Ag) yang pemahaman Islamnya tidak berlandaskan Al Quran dan As-Sunnah dengan manhaj (metode pemahaman) salafus shalih (generasi awal Islam, sahabat Nabi SAW, tabi'in dan tabi'it tabi'in). Tentu tidak dipantas bila titel S.Ag kemudian diplesetkan orang menjadi "SarjanaAuahGelap". Tampaknya sudah bukan rahasia umum lagi, jika kampus IAIN – UIN atau perguruan tinggi Islam lainnya, menjadi target pemurtadan dan Kristenisasi yang dilakukan oleh para orientalis, kaum kafir dan muanfiqin. Yang pasti, pemurtadan dan kristenisasi yang dilancarkan, tidak semata-mata mengiming-imingi harta dan semacamnya kepada kaum Muslimin agar masuk Kristen, namun mereka mulai gencar menempuri berbagai cara dan menyiapkan strategi canggihnya untuk merealisasikan proyek pemurtadan, bukan hanya di perguruan tinggi Islam, tapi juga menyusupi pesantren-pesantren, bahkan sampai majelis taklim kaum ibu di kampung-kampung, hingga musholla-musholla. Itu diakui sendiri oleh Ulil Absar Abdalla yang terobsesi menyampaikan pesan Islam Liberal hingga ke musholla. Sekarang ini cara konvensional (mengiming-imingi supermie dan sejenisnya) plus teori Snouck Hurgronje masih dijalankan, namun kemudian polanyatelah ditingkatkan menjadi bentuk-bentuk iming-iming dana segar untuk menjalankan misi pemurtadan, kristenisasi, dan perusakan Islam. Sehingga cara-cara kristenisasi model lama itu dipadukan, lalu dimodifikasi, maka tercapailah target Kristenisasi, pemurtadan, dan penjauhan umat dari Islam secara sistematis (tiga paket). "Jadi dana-dana yang tadinya untuk disebarkan kepada masyarakat umum (Muslimin) untuk dijadikan korban, kini diubah sistemnya agar lebih efektif, yaitu dikumpulkan menjadi satu, diberikan kepada tokoh-tokoh Islam plus lembaga-lembaganya, lalu disetir agar para tokoh Islam beserta lembaga-lembaganya itu mengoperasionalkan tiga paket tadi. Jadi paket-paket dana itu sebagai upah jasa pemasaran paket materi perusakan Islam, yang sejak awal memang didesign dengan rapi, dan canggihnya," tandas Hartono. Ihwal dana segar dari Amerika sebagai paket pemurtadan, KH. Ahmad Kholil Ridwan dari BKSPPI (Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) mengatakan, "Saya serukan kepada para kiai pesantren agar tidak mau menerima dana dari Amerika lewat Departemen Agama sebesar Rp. 50 juta, terutama kalau disuruh mengubah kurikulum pesantren model mereka." Bisa dirasakan, bila target pemurtadan itu ditujukan kepada generasi muda Islam, lebih khusus lagi adalah mahasiswa IAIN-UIN dimanapun berada. Tak heran bila, mahasiswa IAIN menyebar ke pelbagai paham dan aliran, sebut saja, seperti aliran sesat Ahmadiyah, LDII, JIL, dan sebagainya. Bila menyaksikan sendiri, di setiap diadakan seminar atau diskusi-diskusi agama, hampir sebagian besar mahasiswa IAIN begitu mengagumi pemikiran dedengkot JIL, Ulil Absar Abdalla. Mereka (mahasiswa) bahkan memberi aplus untuk tokoh muda NU itu, setiap kali menjabarkan kesesatannya. Tentu bukan hanya sosok Ulil yang sering dijadikan nara sumber dalam sebuah forum diskusi. Masih banyak stock pengusung JIL (Jaringan Islam Liberal) yang menjadi acuan mahasiswa IAIN-UIN. Para pembicara itu, ada yang diantaranya dari dosen IAIN-UIN sendiri atau mantan IAIN. Tokoh Islam Liberal itu adalah: Cak Nur, Abdul Munir Mulkhan (Wakil Rektor UIN Jogjakarta), Djohan Effendi, Gus Dur, Zainun Kamal (dosen UIN Ciputat), Kautsar Azhari Noer (dosen UIN Jakarta), Masdar F. Mas'udi (alumni IAIN Jogjakarta), Luthfi Assyaukani (dosen Paramadina), Prof. Dr. M.Amien Abdullah (Rektor IAIN Jogjakarta), Taufik Adnan Kamal (dosen Ulumui Qur'an IAIN Makasar), Abdul Moqsith Ghazali (alumni IAIN), Dr. Siti Musdah Mulia (dosen pascasarjana UIN Jakarta), Hussein Muhammad (pengasuh ponpes Darut Tauhid Cirebon), dan sebagainya. Tahun lalu (September 2004), misalnya, orang-orang IAIN atau UIN mendatangkan Nasr Hamid Abu Zaid yang sudah divonis murtad oleh Mahkamah Agung Mesir 1996, diantaranya karena tulisan-tulisan dan pehdapatnya yang mengatakan bahwa Al Qur'an itu adalah produk budaya. Target orientalis terhadap perguruan tinggi Islam, seperti IAIN atau UIN, memang harus diwaspadai. Mereka menghendaki agar pemikiran generasi muda Islam diracuni dan dikacaukan. Bahkan bukan hanya dikacaukan, tapi dimurtadkan dengan pola yang sangat sistematis. Minimal, generasi muda Islam menjauhi ajarannya (meninggalkan shalat), mengagumi Barat sebagai ideology. Ujung-ujungnya adalah bergaya hidup sekuler, jauh lebih liberal dari Barat itu sendiri. Percaya atau tidak, Departemen Agama RI punya peran sendiri untuk mensekulerkan negeri ini, yakni dengan membuat grand design strategy yang intinya menegaskan: apabila Indonesia ingin maju/modern, Indonesia harus dibangun menjadi negara sekuler. Untuk itu agama harus dipisahkan dari urusan negara. Agama adalah urusan pribadi-pribadi. Lembaga-lembaga resmi agama harus dihapuskan dari tugas pemerintahan sebab lembaga tersebut mempersubur dan menjadi akar keberadaan agama dan umat Islam yang dianggap faktor penghambat modernisasi. Demikian diakui oleh mantan penjabat tinggi Depag. Kafrawi Ridwan yang juga mantan Ketua Umum PPDMI. Adalah tugas umat Islam semuanya untuk menyelamatkan IAIN dari tangan-tangan liberal sekular yang semakin gencar dan bahu membahu menghancurkan IAIN, sehingga keberadaannya dapat dikembalikan ke garis Islam yang sebenarnya. Semoga saja, IAIN tidak seperti yang diplesetkan orang, yakni: Ingkar Allah ingkarNabi. Jubah, titel tidaklah menjadikan seorang lulusan IAIN-UIN lebih mulia, ketika dirinya malah semakin jauh dari Al Quran dan As-Sunnah. (Amanahonline) Ustadz Drs. H. Hartono Ahmad Jaiz, Perang terhadap JIL imageDi kalangan komunitas kampus, bukan rahasia lagi bahwa orang yang paling sengit menentang pemikiran Ulil Absar Abdallah dengan ketompok Jaringan Islam Liberalnya adalah Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, pria kelahiran Boyolali 1 April 1953. Sudan beberapa buku ditulisnya untuk mengcounter pembaruan pemikiran gaya Jaringan Isiam Liberal (JIL) yang ditudingnya menyesatkan. Itu pula sebabnya, kelompok JIL seringkali mencap Ustadz Hartono sebagai seorang yang suka mengkafirkan orang lain. Belum lama ini Ustadz Hartono baru saja selesai menulis buku kontroversial berjudul Ada Pemurtadan di IAIN (Penerbit Pustaka Ai-Kautsar). Buku tersebut beberapa waktu lalu dibedah di kampus Universitas Islam Negeri (DIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. UIN adalah penjelmaan IAIN. Tentu saja acara itu cukup ramai, kalau tak hendak dikatakan menghebohkan. Tak sedikit mahasiswa UIN yang tertarik mengikutinya, apalagi penulis buku, Ustadz Hartono sendiri hadir berhadapan langsung dengan musuh bebuyutannya, Ulil Absar dan Abdul Moqsith Ghazali yang juga sama-sama berpikiran liberal. Bukan sesekali Ustadz Hartono mendapat serangan balik dari Ulil. Ironisnya, setiap kali Ulil bicara, mahasiswa UIN menyambutnya dengan tepuk tangan tanda setuju. Apakah ini suatu bukti bahwa banyak mahasiswa UIN telah tersusupi pemikiran-pemikiran JIL? Alasan itulah agaknya yang mendorong Ustadz Hartono mengungkapkan telah terjadi pergeseran akidah di kampus UIN. Setidaknya, ia ingin mengimbangi, bahkan membendung, jangan sampai mahasiswa UIN diracuni oleh paham-paham yang nyleneh, sesat dan menyesatkan. Ada sejumlah alasan, kenapa Ustadz Hartono v mengungkapkan adanya upaya sistematis pemurtadan pada mahasiswa UIN akhir-akhir ini. Pertama, tentang adanya ajakan zikir dengan lafal Anjing hu Akbar oleh mahasiswa senior fakultas Ushuluddin (filsafat) IAIN Bandung kepada mahasiswa baru dalam acara ta'aruf, September 2004 Termasuk adanya pernyataan, "Selamat bergabung di area beb Tuhan" di acara yang sama. Alasan kedua, adanya dosen IAIN yang di ruang depan para mahasiswanya) dengan bangganya mengaku tiga bulan tidak shalat. Ketiga, Zainun Kamal (dosen UIN Jakarta) telah menikahkan seorang Muslimah dengan lelaki Kristen di Hotel Kristal, Pondok Indah, Jakarta, dan masih banyak lagi. Yang mengherankan, menurut Ustadz Hartono, adalah bahwa gejala sesat menyesatkan lewat jalur sistematis yaitu perguruan tinggi Agama Islam se-Indonesia, justru dibiarkan oleh pihak akademik (kampus), termasuk Departemen Agama sendiri. Seolah-olah, pemikiran sesat itu dibiarkan berkembang, dan betul-betul dijadikan pegangan mahasiswa sebagai pendekatan keilmuan dalam memahami Islam. "Adalah tugas umat Islam semuanya untuk menyelamatkan IAIN dari tangan-tangan liberal sekuler yang semakin gencar dan bahu membahu menghancurkan IAIN, agar dapat dikembalikan ke garis Islam yang sebenarnya. Semoga saja, IAIN tidak seperti yang diplesetkan orang, yakni: Ingkar Allah Ingkar Nabi," ujar Ustadz Hartono yang banyak meneliti tentang aliran-aliran dan paham sesat di Indonesia. http://swaramuslim.net/more.php?id=193_0_1_0_M | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Peringatan Kepada Kaum Gay, Lesbian, HomoseksualPeringatan Kepada Kaum Gay, Lesbian, Homoseksual Senin, 7 Mei 2007 02:02:58 WIB PERINGATAN KEPADA KAUM GAY, LESBIAN, (HOMOSEKSUAL) Oleh Syaikh Nabil Muhammad Mahmud DALIL DARI SUNNAH TENTANG HARAMNYA HOMOSEKSUAL... more
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
